Hewan · Jerman, Prancis, Britania Raya
Cacing tanah
Lumbricus terrestris — nama hewan ini dalam bahasa yang dipakai bersama oleh para ilmuwan di seluruh dunia.
Cacing tanah memakan daun-daun mati dan mengubahnya menjadi tanah. Ia tidak punya mata, paru-paru, ataupun tulang, dan diam-diam ia membangun kembali tanah tempat hampir semua makhluk lain di daratan tumbuh.

Kredit foto: Donald Hobern (CC BY 2.0) · Wikimedia Commons
Di mana cacing tanah hidup?
Habitat: Tanah lembap di kebun, ladang, dan hutan di seluruh Eropa, dan kini di sebagian besar benua.
Di alam liar, hewan ini hidup di negara-negara ini: Jerman, Prancis, Britania Raya, Belanda, Amerika Serikat.
Profil singkat
Saat dewasa: 20–25 cm saat terentang. Beratnya sekitar 0 005 kilogram. Makanannya: tumbuhan.
Kisah di baliknya
Cacing tanah bernapas melalui kulitnya; karena itu kulitnya harus tetap lembap, dan karena itu pula ia naik ke permukaan saat hujan membanjiri terowongannya. Ia tidak punya mata, hanya sel-sel yang bisa membedakan terang dan gelap, dan ia bekerja pada malam hari: ia menjulur keluar dari liangnya, mencengkeram daun yang gugur, lalu menariknya ke bawah untuk dimakan — dari situlah ia mendapat nama bahasa Inggrisnya, nightcrawler (perayap malam). Terowongannya bisa mencapai kedalaman dua meter atau lebih, dan terowongan itu memasukkan udara dan air ke dalam tanah, sementara kotoran cacing mencampurkan serasah daun ke dalam tanah. Charles Darwin menghabiskan empat puluh tahun mengamati cacing tanah dan menjadikannya pokok bahasan buku terakhirnya pada tahun 1881, tempat ia menghitung berapa banyak tanah yang mereka balik. Namun ada kejutannya. Cacing ini berasal dari Eropa barat. Hutan-hutan di utara Amerika Utara tumbuh selama sepuluh ribu tahun setelah zaman es tanpa cacing tanah sama sekali, dan tumbuhannya bergantung pada lapisan tebal daun yang belum membusuk. Di tempat para pemancing membuang sisa umpan, cacing-cacing itu memakan habis lapisan tersebut, dan lantai hutan pun berubah. Hewan yang sama adalah tukang kebun di tanah asalnya dan penyerbu di negeri orang.
Temukan di globe
Cacing tanah ada di globe sebagai sosok mungil beranimasi yang bernapas dan melihat ke sekeliling. Dari jauh, planet ini hanya bola biru; detailnya baru muncul saat kamu memperbesar, dan tempat ini terlihat begitu kamu sudah cukup dekat. Buka di globe.
Tempat ini berada tepat di koordinat aslinya, bukan sekadar di dekatnya — angka yang sama dengan yang tercantum pada fakta di atas. Matikan lapisan untuk jenis tempat ini, dan tempat itu menghilang lagi; tombolnya ada di sepanjang tepi kanan.
Pertanyaan dari anak-anak
Mengapa cacing tanah keluar saat hujan?
Cacing bernapas melalui kulitnya dan membutuhkan udara di dalam tanah. Saat hujan memenuhi terowongannya, ia naik ke atas, dan di tanah yang basah ia juga bisa berpindah jauh lebih jauh tanpa kekeringan.
Apakah kedua potongan cacing yang terpotong tetap hidup?
Tidak. Itu mitos. Hanya potongan depan, yang memiliki mulut dan organ-organ utama, yang punya peluang untuk pulih, itu pun hanya jika potongannya cukup jauh di belakang. Potongan belakang selalu mati.
Bagaimana cacing tanah bisa menjadi masalah?
Di bagian utara Amerika Utara tidak ada cacing tanah selama sepuluh ribu tahun setelah zaman es, dan hutan di sana jadi bergantung pada lapisan tebal daun gugur. Cacing yang didatangkan memakan lapisan itu, dan tumbuhan yang membutuhkannya pun menghilang.
Dari mana angka-angka ini berasal
Setiap angka di halaman ini sudah diperiksa dengan sumber rujukan publik sebelum diterbitkan. Jika sumber-sumber benar-benar berbeda pendapat, teksnya menyebutkan hal itu.
Terakhir diperiksa: