Pertanyaan besar
Mengapa sungai mengalir ke laut?
Sungai mengalir ke laut karena gravitasi terus menarik airnya ke bawah, dari tanah yang lebih tinggi di dekat hulunya menuju titik terendah di sekitarnya, yang biasanya adalah permukaan laut. Air mencari dan mengikuti jalan menurun yang paling mudah melintasi daratan, sampai tiba di samudra atau di perairan besar lainnya.
Gravitasi Selalu Menang
Setiap tetes air di lereng ditarik ke bawah oleh gravitasi, yaitu gaya yang sama yang membuat bola menggelinding menuruni bukit dan tidak diam saja. Hujan yang jatuh di tanah tinggi, di perbukitan atau pegunungan, tidak punya pilihan selain turun. Air hujan itu mengalir ke parit-parit kecil, yang bergabung menjadi aliran yang lebih besar, dan akhirnya menjadi sungai. Ketika bergerak, air secara alami mencari jalan terendah yang ada. Air mengalir mengitari batu dan tanah keras, bukan menembusnya. Itulah sebabnya sungai berkelok-kelok dan tidak mengalir dalam garis yang lurus sempurna. Permukaan laut lebih rendah daripada hampir semua tempat di daratan, jadi permukaan laut seperti garis finis raksasa di ujung turunan yang selalu dituju air.
Mengukir Jalannya Sendiri
Sungai tidak hanya mengikuti cekungan yang sudah ada di daratan. Dalam waktu yang lama, sungai juga ikut membentuk daratan yang dilaluinya. Air yang bergerak membawa butiran kecil batu dan tanah yang disebut endapan. Endapan ini bekerja seperti amplas: perlahan-lahan mengikis dasar dan tepi sungai, sehingga alurnya makin dalam dan makin lebar selama ribuan atau jutaan tahun. Proses yang disebut erosi inilah yang mengukir ngarai-ngarai dalam seperti Grand Canyon di Amerika Serikat. Di sana, Sungai Colorado sudah mengikis lapisan-lapisan batu jauh di bawah daratan di sekitarnya. Erosi juga menjelaskan mengapa sungai yang sudah tua biasanya punya lembah yang lebar dan landai.
Tempat Perjalanan Berakhir
Perjalanan sebuah sungai berakhir ketika sungai itu bertemu perairan yang lebih besar, biasanya laut atau samudra. Namun, ada juga sungai yang mengalir ke danau atau mengering di gurun sebelum sampai ke perairan besar. Titik akhir ini disebut muara sungai. Di muara, sungai sering melambat, menyebar, dan menjatuhkan endapan yang dibawanya. Kadang-kadang endapan ini membentuk daratan baru yang disebut delta, seperti Delta Nil yang lebar dan berbentuk kipas di Mesir. Begitu air sungai sampai di laut, air itu menjadi bagian dari simpanan air samudra yang sangat besar. Sebagian air itu suatu saat akan menguap, membentuk awan, jatuh sebagai hujan di pegunungan yang jauh, lalu memulai lagi seluruh perjalanan menurun dari awal.
Coba sendiri
Tuangkan secangkir air perlahan-lahan ke salah satu ujung nampan yang dimiringkan atau ke tanah kebun yang miring, lalu perhatikan ke arah mana air mengalir dan bagaimana air menemukan jalan terendah. Cobalah memiringkannya dengan cara lain untuk melihat air berubah arah.
Pertanyaan dari anak-anak
Apakah semua sungai mengalir ke laut?
Kebanyakan sungai akhirnya mengalir ke laut, tetapi ada yang berakhir di danau. Beberapa sungai mengalir ke gurun atau cekungan kering dan menghilang karena menguap sebelum sampai ke samudra mana pun. Sungai-sungai seperti ini kadang disebut sungai endoreik.
Mengapa sungai berkelok-kelok dan tidak mengalir lurus?
Sungai berkelok-kelok karena air yang bergerak mengikuti jalan terendah dan termudah mengitari rintangan seperti batu dan tanah yang lebih keras, bukan menembusnya lurus. Lama-kelamaan, air yang mengalir juga mengikis tepi sungai yang lebih lunak secara tidak merata, sehingga kelokan-kelokan yang disebut meander menjadi makin jelas.
Apa itu delta sungai?
Delta sungai adalah daratan baru yang terbentuk dari endapan yang dijatuhkan sungai ketika sungai itu melambat dan menyebar di muaranya, tempat sungai bertemu laut atau danau. Delta Nil di Mesir dan Delta Mississippi di Amerika Serikat adalah contoh yang terkenal.