Pertanyaan besar
Mengapa gunung berapi meletus?
Gunung berapi meletus karena batuan cair yang panas, yang disebut magma, bersama gas-gas yang terlarut di dalamnya, menimbulkan tekanan di bawah tanah. Tekanan itu terus bertambah sampai magma memaksa keluar melalui titik lemah di kerak Bumi. Begitu terlepas, magma yang naik dan gas yang memuai dengan cepat sering menyemburkan abu, batu, dan lava ke udara.
Magma di Bawah Tekanan
Jauh di bawah kerak Bumi, suhu dan tekanannya cukup tinggi untuk melelehkan batuan padat menjadi cairan kental yang bisa mengalir, yang disebut magma. Magma biasanya sedikit kurang padat daripada batuan padat di sekitarnya. Jadi, magma cenderung naik perlahan melalui retakan dan bagian-bagian lemah di kerak Bumi, mirip seperti gelembung minyak yang naik di dalam air. Ketika magma naik, gas-gas yang terperangkap di dalamnya, terutama uap air dan karbon dioksida, mulai keluar dari cairan dan membentuk gelembung. Ini persis seperti gelembung yang muncul ketika kamu membuka minuman bersoda dan tekanan di dalamnya tiba-tiba turun. Makin banyak gas yang terkumpul dan berusaha keluar, makin dahsyat letusan yang mungkin terjadi.
Gunung Berapi Terbentuk di Tempat Lempeng Bertemu
Kulit luar Bumi terpecah menjadi bagian-bagian raksasa yang disebut lempeng tektonik. Selama jutaan tahun, lempeng-lempeng ini bergerak perlahan, bertabrakan, dan saling menjauh. Kebanyakan gunung berapi terbentuk di sepanjang tepi lempeng-lempeng ini. Di tempat dua lempeng saling mendorong, satu lempeng bisa terdorong ke bawah lempeng yang lain dan meleleh menjadi magma, yang kemudian naik dan meletus. Di tempat dua lempeng saling menjauh, magma bisa langsung naik untuk mengisi celah yang makin lebar. Sejumlah kecil gunung berapi, yang disebut gunung berapi titik panas, justru terbentuk di tengah lempeng. Gunung-gunung itu berada di atas daerah yang sangat panas jauh di dalam Bumi, yang melelehkan batuan sampai menembus kerak di atasnya. Begitulah Kepulauan Hawaii terbentuk, jauh dari batas lempeng mana pun.
Aliran Tenang atau Ledakan Dahsyat
Tidak semua gunung berapi meletus dengan cara yang sama. Perbedaannya terutama bergantung pada seberapa kental magmanya dan seberapa banyak gas di dalamnya. Magma yang encer dengan sedikit gas, yang sering ditemukan di tempat seperti Hawaii, biasanya keluar dengan cukup tenang sebagai aliran lava. Orang sering bisa menontonnya dengan aman dari kejauhan. Magma yang kental dan lengket serta penuh gas terlarut lebih sering ditemukan di sekitar tepi Samudra Pasifik, di daerah yang dijuluki Cincin Api. Magma seperti ini menahan gasnya sampai tekanannya menjadi sangat tinggi, lalu melepaskannya dalam letusan yang tiba-tiba dan meledak. Letusan ini bisa menyemburkan abu dan batu tinggi ke langit, dan kadang-kadang memengaruhi cuaca dan penerbangan jauh dari gunung berapi itu sendiri.
Coba sendiri
Mintalah bantuan orang dewasa untuk mengocok pelan-pelan sebotol minuman bersoda, lalu buka tutupnya perlahan dan perhatikan gelembung-gelembung yang menyembur keluar karena tekanan. Gas yang keluar itu adalah versi kecil dan aman dari apa yang mendorong letusan gunung berapi di bawah tanah.
Pertanyaan dari anak-anak
Apa yang menyebabkan gunung berapi meletus?
Gunung berapi meletus ketika magma panas dan gas yang terlarut di dalamnya menimbulkan tekanan yang cukup besar di bawah tanah, sehingga keduanya memaksa keluar melalui titik lemah di kerak Bumi. Gas terperangkap yang memuai dengan cepat sering kali membuat sebuah letusan menjadi dahsyat.
Mengapa kebanyakan gunung berapi terbentuk di sepanjang garis-garis tertentu di peta?
Kebanyakan gunung berapi terbentuk di sepanjang tepi lempeng tektonik, yaitu bagian-bagian raksasa yang menyusun kulit luar Bumi, karena di tepi lempeng itulah magma paling mudah mencapai permukaan. Itulah sebabnya banyak gunung berapi berkumpul di sekitar Cincin Api Pasifik.
Mengapa ada letusan gunung berapi yang lebih tenang daripada yang lain?
Ada letusan yang lebih tenang karena magmanya encer dan hanya sedikit mengandung gas terperangkap, sehingga magma itu mengalir keluar dengan teratur tanpa menimbulkan tekanan besar. Magma yang kental dan kaya gas menahan tekanan sampai tekanan itu terlepas tiba-tiba, sehingga terjadilah letusan yang meledak.